Jumat, 24 September 2010

Pengobatan Alternatif Kista | Pengobatan Alternatif Sulistyawati

Pengobatan Alternatif | Sulistyawati (021)-36997187 - 087882413258

Informasi Pengobatan Alternatif , Hub. Sulistyawati (021)-36997187 - 087882413258
e_mail : jasapengobatanalternatif@gmail.com .

Pengertian penyakit kista bartholini
Kista bartholini adalah kista yang terdapat pada kelenjar barholini. Kelenjar bartolini merupakan salah satu organ genitalia eksterna yang berfungsi untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina pada saat terjadi hubungan seksual. Kadang-kadang lubang kelenjar ini menjadi terhambat, menyebabkan cairan masuk kembali ke dalam kelenjar sehingga menimbulkan kista. Umumnya kista bartholini tidak menimbulkan nyeri namun kadang – kadang cairan dalam kista dapat terinfeksi sehingga menimbulkan nanah yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang (bisul).


Penyebab kista bartholini
kista bartolini2

Penyebab dari kista bartholini adalah karena penyumbatan pada saluran kelenjar bartholini yang menyebabkan akumulasi cairan. Penyebab penyumbatan diduga akibat infeksi atau adanya pertumbuhan kulit pada penutup saluran kelenjar bartholini. kista dapat terinfeksi, membentuk abses. Sejumlah bakteri dapat menyebabkan infeksi, termasuk bakteri yang umum, seperti Escherichia coli (E. coli), serta bakteri yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia.
Gejala dan tanda kista bartholini
Kadang – kadang seseorang tidak menyadari jika menderita kista bartolini karena kistanya masih kecil dan tidak terjadi infeksi. Jika kista bartholini berkembang, maka penderita akan merasakan adanya benjolan atau massa di dekat lubang vagina meskipun kista bartholini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.
Jika kista bartholini terinfeksi, maka gejala dan tanda yang mungkin ada adalah :
  1. Sebuah benjolan yang mungkin menimbulkan rasa sakit di dekat lubang vagina
  2. Ketidaknyamanan sambil berjalan atau duduk
  3. Nyeri selama hubungan seksual
  4. Demam
  5. Sebuah kista atau abses biasanya terjadi hanya pada satu sisi lubang vagina.
Diagnosa kista bartholini
Untuk mendiagnosa kista Bartholini, dokter akan melakukan pemeriksaan :
  1. Mengajukan pertanyaan tentang sejarah medis anda.
  2. Melakukan pemeriksaan panggul .
  3. Mengambil contoh cairan dari vagina atau leher rahim untuk menguji adanya infeksi penyakit seksual .
  4. Merekomendasikan tes (biopsi) dari massa untuk memeriksa sel-sel kanker jika pascamenopause atau lebih dari 40 tahun.
Pengobatan kista bartholini
Terapi dan obat kista bartholini tergantung dari ukuran kista, apakah kista menimbulkan gejala atau tanda, apakah kista terinfeksi atau mengakibatkan abses. Jika kista bartholini tidak menimbulkan gejala dan tanda – tanda maka tidak memerlukan pengobatan. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang mungkin direkomendasikan :
  1. Mandi Sitz. Kadang-kadang, perendaman dalam bak berisi air hangat (mandi sitz) beberapa kali sehari selama tiga atau empat hari membantu mengecilkan kista dan kista terinfeksi dan pecah.
  2. Bedah drainase. Sebuah kista yang terinfeksi atau sangat besar umumnya memerlukan drainase oleh seorang dokter.
  3. Antibiotik. Jika kista terinfeksi atau jika hasil tes menunjukkan penyakit menular seksual, dokter akan meresepkan antibiotik untuk memastikan bahwa bakteri penyebab infeksi mati. Tetapi jika abses dikeringkan dengan benar maka antibiotik tidak diperlukan.
  4. Marsupialization . prosedur ini digunakan oleh dokter jika kista sangat mengganggu dan kista kambuh kembali. Metode ini biasanya efektif dalam mencegah kekambuhan.
Obat herbal tradisional kista bartholini
Obat herbal atau obat tradisional yang digunakan untuk pengobatan kista bartholini adalah mahkota dewa, keladi tikus, temu putih dan jus mengkudu. Keempat jenis herbal tersebut merupakan obat herbal asli indonesia yang dapat digunakan untuk pengobatan segala jenis kanker, tumor dan kista.
Pencegahan kista bartholini
Tidak ada cara untuk mencegah kista Bartholini namun seks yang aman khususnya menggunakan kondom dan menjaga kebersihan yang baik dapat membantu mencegah infeksi kista dan pembentukan abses.

Di kutip dari : Dokter_Herbal.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar