Informasi Pengobatan Alternatif , Hub. Sulistyawati (021)-36997187 - 087882413258
e_mail : jasapengobatanalternatif@gmail.com .
Mengatasi TBC dengan Pengobatan yang Sesuai
Pengobatan TBC secara tepat, secara tidak langsung akan mencegah penyebaran penyakit ini. Beberapa obat yang biasanya digunakan, yakni :
- Isoniazid (INH)
- Rifampisin / Rifampin
- Pirazinamid
- Streptomisin
- Ethambutol
Bersifat bakteriostatik. Bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas dinding.
Dalam terapi TBC, biasanya dipilih pemberian dalam bentuk kombinasi dari 3-4 macam obat tersebut. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri terhadap obat. Dosis yang diberikan berbeda untuk tiap penderita, bergantung tingkat keparahan infeksi. Karena bakteri tuberkulosa sangat lambat pertumbuhannya, maka penanganan TBC cukup lama, antara 6 hingga 12 bulan yaitu untuk membunuh seluruh bakteri secara tuntas.
Pengobatan harus dilakukan secara terus-menerus tanpa terputus, walaupun pasien telah merasa lebih baik / sehat. Pengobatan yang terhenti ditengah jalan dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten. Jika hal ini terjadi, maka TBC akan lebih sukar untuk disembuhkan dan perlu waktu yang lebih lama untuk ditangani. Untuk membantu memastikan penderita TBC meminum obat secara teratur dan benar, keterlibatan anggota keluarga atau petugas kesehatan diperlukan yaitu mengawasi dan jika perlu menyiapkan obat yang hendak dikonsumsi. Oleh karena itu, perlunya dukungan terutama dari keluarga penderita untuk menuntaskan pengobatan agar benar-benar tercapai kesembuhan.
Obat diminum pada waktu yang sama setiap harinya untuk memudahkan penderita dalam mengonsumsi obat. Lebih baik obat diminum saat perut kosong sekitar setengah jam sebelum makan atau menjelang tidurDi kutip dari : Piogama .
CIRI CIRI TBC DAN PENGOBATAN TBC
- Batuk berdahak lama
- Demam
- Lemas
- Berat badan turun
- Tidak nafsu makan
- Berkeringat malam
- Sesak atau nyeri di dada saat batuk
- Tak jarang batuk juga disertai percikan darah
pasien TB umumnya tidak punya nafsu makan dan mengalami demam. Kebutuhan energi yang meningkat tanpa disertai asupan makanan yang cukup tentu menyebabkan tubuh kekurangan energi. Pada orang yang kekurangan gizi, cadangan lemak dan karbohidrat mungkin tidak ada atau tidak mencukupi, sehingga tubuh terpaksa memecah protein dari jaringan otot, misalnya. Akibatnya, pasien akan semakin kurus karena kehilangan massa ototnya.
Pada pasien TB, ketika kuman TB masuk ke dalam tubuh, ia akan dilawan oleh sel-sel imun. untuk itu diperlukan sel-sel imun yang kuat dan cerdas. untuk mendidik sistem imun pada pasien TBC, saya sarankan untuk menkonsumsi TF Advance, TF Plus dan TF Cardio.
Di kutip dari : Distributor 4file
Tidak ada komentar:
Posting Komentar